Minimum Viable Product, Minimum Marketable Product, atau Minimum Loveable Product.

Ali Imran
3 min readApr 22, 2021

Solusi mana yang lebih hebat untuk memvalidasi ide?

Bahkan Search Engine Google pun tidak tahu apa yang kami ingin kan, Pada saat kami mencari referensi konten MLP, kalian tau apa yang muncul?

Ternyata bukan My Little Pony yang kami cari wkwkwkw 🤣🤣🤣

Apa itu MVP?

Minumum Viable Product (MVP) adalah konsep yang dimana kamu ingin memvalidasi ide yang kamu tawarkan kapada kelompok user tertentu. Jangan terjebak dengan membuat fitur-fitur yang komplek sehingga akhirnya kamu nge-stuck pada ide yang tidak dibutuhkan oleh user. Tujuan MVP ini adalah mengetahui masalah apa yang ada di pasar? Kemudian jangan menganggap MVP sebagai aplikasi versi pertama, anggaplah itu sebagai alat pembelajaran untuk memvalidasi ide kamu.

Kapan harus membangun MVP?

  • Jika kamu ingin menguji kelayakan ide ke target pasar dalam jangka waktu secepatnya
  • Jika belum divalidasi ide oleh layanan yang lain
  • Dan Jika kamu tidak ingin melebih-lebihkan dalam sisi User Interface

Beda nya dengan MMP apa?

Setelah kamu telah memvalidasi ide dan kamu yakin pada product anda yang akan mengalahkan kompetitor? Nah sekarang waktu yang tapat untuk mengubah MVP menjadi Minimum Marketable Product (MMP) yang dimana versi pertama Aplikasi ini diluncurkan. Namun MMP hanya sedikit mem-Build fitur-fitur dengan selangkah lebih maju untuk menguji Experience dari User.

Kapan harus membangun MMP?

  • Jika kamu ingin memasarkan Aplikasi dalam jangka waktu secepatnya
  • Jika kamu ingin memasarkan Aplikasi tanpa ada fitur-fitur yang kompleks
  • Dan sama halnya dengan MVP, Jika kamu tidak ingin melebih-lebihkan dalam sisi User Interface

Lalu kalo MLP?

Sama seperti MVP dan MMP, Hanya saja Minimun Loveable Product (MLP) solusi yang menawarkan ide yang sedikit berkembang. Namun, ada fitur-fitur yang dibuild yang akhirnya tidak digunakan oleh user, dan fitur tersebut akan dihapuskan. Kelebihan dari MLP ini adalah bagaimana kita mengetahui emosional dari user ketika menggunakannya. Jadi diperlukan sedikit effort pada sisi User Experience (UX) dan User Interface (UI) yang harus membuat terkesan dan dicintai oleh user.

Kapan harus membangun MLP?

  • Jika kamu ingin me-Launch aplikasi dalam jangka waktu secepatnya
  • Jika kamu ingin me-Launch aplikasi Secara penuh
  • Jika kamu ingin menambahkan Enjoyable Experience pada Aplikasi
  • Dan jika kamu ingin meningkatkan dari sisi UI dan UX kedalam Aplikasi

Coba kita lihat Perbandingannya

Tidak ada salah dari ketiga solusi tersebut, tergantung pada tujuan bisnis kamu. Pada setiap merilis Minimum Product memiliki manfaat tersendiri dalam situasi yang tepat.

Yang perlu diingat adalah ketiga solusi adalah bagaimana kita memulai hal yang terkecil. Setelah diluncurkan, Kamu jadi tahu dan akan mendapatkan Feedback dari user sehingga kamu dapat mengembangkan product atau aplikasi menjadi sesuatu yang benar-benar yang dibutuhkan oleh user.

--

--